Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan beberapa hal tentang pemberian nutrisi pada bayi, yaitu bayi mulai menyusu dalam satu jam kehidupan, memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan, pengenalan tepat waktu makanan padat, dan ketepatan dalam memberikan makanan pendamping, serta terus menyusu hingga dua tahun atau lebih.
ASI adalah salah satu cara paling efektif untuk menjamin kesehatan dan kelangsungan hidup anak.
Sekitar 800.000 jiwa anak akan diselamatkan setiap tahun, jika mereka disusui dalam waktu satu jam kelahiran, kemudian hanya diberikan ASI selama 6 bulan pertama kehidupan, dan terus menyusui sampai usia dua tahun.
Salah satu cara mencapai kesuksesan menyusui adalah adanya keyakinan diri.
Sayangnya, rasa percaya diri dan keyakinan diri tidak tumbuh dengan mudah, terlebih lagi ibu baru.
Dengan keyakinan diri, ibu mampu menyusui secara efektif.
Apa sih keyakinan diri (self efficacy)?
Merupakan rasa percaya diri yang dimiliki seseorang terhadap suatu hal yang belum dilakukan yang dapat meningkatkan motivasi.
Efikasi diri adalah keyakinan bahwa seseorang memiliki kekuatan untuk menyelesaikan tugas yang diberikan. Efikasi diri berhubungan dengan keyakinan dan persepsi individu atau seseorang terhadap kemampuan untuk mencapai tujuan tertentu (Edgren, 2013)
Breastfeeding Self-efficacy adalah merupakan keyakinan seseorang dalam kemampuannya dalam menyusui untuk berhasil menyusui bayinya.
Keyakinan ibu pada kemampuannya dalam menyusui akan menentukan beberapa hal seperti ibu memilih untuk menyusui, seberapa banyak usaha yang ibu lakukan, peningkatan pola pikir ibu, dan bagaimana secara emosional ibu menanggapi kesulitan menyusui.
Menyusui bayi selama 6 bulan atau lebih seperti yang direkomendasi oleh WHO, memerlukan tingkat keyakinan diri yang tinggi.
Beberapa studi mengatakan tingkat keyakinan diri yang tinggi dapat memprediksi tingginya tingkat keberhasilan menyusui.
Selain itu, adanya dukungan dari lingkungan keluarga atau tenaga kesehatan diduga berkorelasi terhadap tingginya keyakinan diri untuk berhasil menyusui bayinya.
Manfaat meningkatkan keyakinan diri pada ibu menyusui
Ibu menyusui itu harus selalu memiliki pemikiran dan afirmasi yang positif, harus selalu bahagia. Kebahagiaan itu akan memicu keluarnya hormon oksitosin yang melancarkan ASI,” kata dr. Fransiska Farah, Sp. A, M.Kes, dokter spesialis anak dan konselor laktasi RS Pondok Indah – Bintaro Jaya, seperti dikutip dari rilis yang diterima Dream.
Membuat Ibu Tenang, Menurut Fransiska, kondisi ibu yang percaya diri akan membawa ketenangan dalam dirinya saat memberikan ASI. Ibu pun jadi lebih rileks dan sabar. Kondisi tersebut sangat disukai bayi saat menyusu.
” Banyak ibu baru bertanya-tanya ‘cukupkah ASI saya? Kalau cukup, kenapa bayi saya menangis terus?’, ada juga mengeluhkan sakitnya payudara karena menyusui. Kondisi ini dapat menurunkan kepercayaan diri ibu,” kata Fransiska.
Berikut, cara meningkatkan kepercayaan diri pada ibu menyusui
Pengetahuan
Berbagai riset juga menyatakan bahwa pengetahuan tentang ASI ini dapat mendukung suksesnya ibu dalam menyusui. Sebaliknya, jika ibu kurang pengetahuan atau pengalaman, maka ia akan tampak ragu-ragu dan cemas ketika memberikan ASI. Bahkan, tidak jarang di mana ibu akhirnya tidak melanjutkan pemberian ASI.
Dukungan Lingkungan
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pada ibu menyusui yang mendapatkan dukungan penuh dari suami dan keluarga memiliki tingkat keberhasilan menyusui lebih tinggi dibandingkan dengan ibu menyusui dengan suami dan keluarga yang tidak terlalu membantu dalam merawat si kecil.
Suami Terlibat Aktif
Bagi para suami, cobalah bersikap suportif, tidak meragukan kemampuan ibu dalam memberikan ASI atau malah mempertanyakan apakah ASI-nya cukup. Selalu memberikan afirmasi positif dan pujian untuk meningkatkan kepercayaan diri sang ibu.
Kesimpulan
Keberhasilan menyusui merupakan kemampuan ibu untuk memberikan ASI saja pada bayi dengan melakukan teknik menyusui yang benar, yaitu: posisi menyusui, dan perlekatan mulut bayi pada payudara ibu.
Teknik menyusui merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi dalam pemberian ASI.